Pages

Subscribe:

Blogroll

Minggu, 20 November 2011

Sedikit Tentang Desa Claket

  Desa Claket, sebuah nama desa yang ada di kecamatan Pacet, Kab Mojokerto. Desa ini termasuk desa yang cukup terpencil yang ada di kaki gunung Welirang. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Trawas ini cukup terkenal dengan suhu air yang dingin. Konon di Desa ini juga mempunyai acara tahunan, yakni ruwah desa. Di acara ruwah desa ini biasanya di isi dengan menyembelih seekor kerbau jantan sebagai rasa syukur rakyat Desa Claket kepada Allah SWT. Daging kerbau yang telah di sembelih kemudian dibagikan kepada rakyat Desa Claket. Sedangkan darah kerbau tersebut di biarkan di kolongan tempat menyembelih tersebut. Konon darah itu akan di minum oleh harimau putih penunggu Desa Claket tersebut. Acara ruwah desa tak sampai disini saja. Masih ada acara lainnya seperti Pengajian, Sholawat Banjari, Bantengan, Ludruk, Wayang, dan masih banyak lagi. Desa ini terbagi atas tiga dusun, yakni dusun Claket, dusun Mligi, dan dusun Sembung. Dusun Sembung inilah salah satu dusun yang posisinya dekat dengan wisata air panas Pacet.

Sabtu, 19 November 2011

Makam Troloyo Trowulan

         Wisata Religius Makam Troloyo - Dari puluhan situs yang ada di Kab. Mojokerto, ada situs yang dari tahun ke tahun semakin ramai dikunjungi peziarah, yakni Makam Troloyo. Situs ini letaknya di kompleks pemakaman Islam zaman kerajaan Mojopahit di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kab. Mojokerto.

       Obyek utamanya adalah Makam Sayyid Muhammad Jumadil Qubro (Syech Jumadil Kubro). Syech Jumadil Kubro adalah kakek dari Sunan Ampel. Beliau adalah ulama dari Persia yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Makamnya pertama kali diberi cungkup oleh tokoh masyarakat setempat bernama KH Nawawi pada tahun 1940. Di kompleks makam troloyo terdapat dua kelompok makam, yaitu kelompok makam bagian depan, terdiri dari makam Wali Songo dan Kelompok Makam Syech Jumadi Kubro. Kelompok makam inilah yang paling banyak dikunjungi peziarah. Dan kelompok makam bagian belakang terdiri dari dua cungkup, yaitu cungkup pertama makam Raden Ayu Anjasmara dan makam Raden sering disebut sebagai kubur pitu.

Makam Troloyo Mojokerto peninggalan kerajaan Majapahit
       Para peziarah itu datang dari dalam da luar Mojokerto, serta ada pula yang datang dari luar Jawa. Peziarah datang ke makam itu berbagai tujuan. Ada yang datang ingin tahu keberadaan Makam Troloyo, ada pula yang datang untuk memberikan doa kepada leluhur Walisongo dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Ada pula pezirah yang datang untuk mendapat ilmu relijius dari para leluhur yang berada di makam itu.

      Kahumas Pemkab Mojokerto Dra Hj Alfiah Ernawati MM di kantornya mengatakan, Makam Troloyo memang menjadi andalan Kab. Mojokerto sebagai wisata relijius. Semakin tahun jumlah peziarah yang datang ke lokasi itu semakin banyak. Untuk memberikan kenyamanan pada peziarah, Pemkab Mojokerto dan Pemprop Jatim merenovasi komplek makam dan tempat parkir yang ada di kawasan itu.

      Menata stan PKL juga telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto, sehingga kondisi itu bisa membuat para peziarah di komplek makam itu terasa nyaman, dan aman. Sehingga peziarah bisa menjalankan ritual religiusnya dengan khusuk.

Wisata Pacet

     Pacet sejak dulu dikenal sebagai kawasan wisata yang mengasyikkan. Lokasinya terletak di lereng utara Gunung Welirang. Di sana kita akan dibikin takjub oleh keahlian Tuhan dalam menciptakan keindahan alamnya. Bentangan pemandangan lereng gunung dan ngarai yang dihiasi hamparan sawah berteras-iring berlatar belakang Gunung Welirang dan Anjasmoro sangatlah mempesona. Dan diantara pesona alamnya itu terdapat beberapa situs purbakala yang menjadi bukti sejarah bahwa sejak masa Mojopahit kawasan Pacet telah menjadi lokasi rekreasi favorit para raja.

          Pacet memiliki banyak obyek wisata dan lokasi-lokasi bersantai untuk refreshing, antara lain Pemandian Ubalan yang dilengkapi dengan arena sepeda air dan taman bermain.  Wanawisata Air Panas yang memiliki kolam air dingin dan air panas, bumi perkemahan, air terjun Coban Canggu dan air terjun Krapyak, serta deretan warung-warung lesehan yang menyuguhkan beragam menu; Wanawisata Bandulan yang memiliki bumi perkemahan; Taman Hutan Raya dengan warung-warung lesehannya yang bersuasana sejuk menyegarkan. Bagi anda yang hobi memancing terdapat beberapa kolam pancing yang representatif dilengkapi dengan lesehan ikan bakarnya yang khas. Bagi anda yang ingin berjalan-jalan tersedia beberapa rute lintas alam/ hiking ringan yang cocok untuk anda sekeluarga di seputar wanawisata Air Panas, Claket, maupun Ubalan. Bagi anda yang ingin hobi berpetualang tersedia rute naik Gunung Pundak dan Gunung Welirang via Claket. Dan tidak ketinggalan di Pacet terdapat beberapa pasar wisata yang menyediakan buah-buahan, bunga, ketela dan hasil bumi lainnya, baik yang mentahan maupun yang sudah olahan, sebagai cindera mata khas Pacet.

Reco Lanang

Reco Lanang, Peninggalan kerajaan majapahit, Mojokerto
Reco Lanang adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit. Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.

Air Terjun Coban Canggu Pacet

       Air Terjun Coban Cangu sangat mudah untuk dikunjungi baik dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua, hanya berjarak 32 km dari pusat kota Mojokerto. Selama perjalanan menuju lokasi anda akan melihat pemandangan-pemandangan yang begitu indah untuk dilihat seperti panorama alam bernuansa pegunungan. Air terjun coban cangu yang dikelilingi oleh pepohonan yang masih lebat dan alami ini sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga atau teman ataupun orang yang tersayang,juga cocok berfoto disekitar air terjun ini. Udara di sekelilingnya terasa sejuk serta panoramanya nampak indah dan masih kelihatan nuansa alami yang akan memberikan pengalaman kesan tersendiri yang tak akan terlupakan.

Hubbul Amin Junior

Al Zalzalah . Adalah sebuah nama group banjari yang ada di Pondok Pesantren Al Amin Sooko Mojokerto. Group ini beranggotan 10 personil. 5 vocal dan 5 penabuh ( 4 terbang 1 bas ) :
M Fajar Mursyid Budianto : Vocal
Masfial Moh Jazuli              : Vocal
Yusron Iman Fajari             : Vocal
M Galang Vigiawan            : Vocal
M Atho'illah                       : Vocal
M Imammuddin Rozaq       : Penabuh
M Rizqi Syahbana              : Penabuh
M Nur Rifqi S                   : Penabuh


M Shirril A'la D                 : Penabuh
Fatkhur Rohmansyah        : Bass

 Penampilan perdana banjari ini adalah pada saat penutupan MS 40 pada tanggal 3 Maret 2010, dengan menggunakan lagu ya badrotim ( versi india ) dan lagu i'lamu yang di peroleh dari salah satu personil group tersebut. Juara harapan 3 se Kabupaten Mojokerto tingkat umum adalah prestasi pertama group tersebut pada saat lomba di masjid tiban daleman. Dengan memakai lagu bismillah badaina dan ya rosulullah group ini cukup menghibur para penonton. Pada saat di undang gebyar di TPQ al hikmah surodinawan, group ini juga sedikit memberikan hiburan bagi penonton yang pada saat itu memakai lagu ya asyqol dan ya muhaimin.